Pilpres dan Problem Ekonomi

lombokpost.co.id

admin official blog untuk lombokpost.co.id

Latest posts by lombokpost.co.id (see all)

Tahun 2014,rakyat Indonesia di hadapkan dengan pemilihan presiden.Hingar bingar-nya politik sudah terasa gerah dari berbagai media baik cetak,online lebih-lebih media elektronik seperti tv.Hampir setiap hari perbincangan di berbagai media dihiasi dengan topic “calon presiden dan wakil presiden yang di gadang-gadang oleh partai politik untuk bertarung dipilpres nanti”.

Sudah banyak tokoh nasional yang bermunculan dari berbagai kalangan baik dari pengusaha,akademisi atau dosen dan dari politisi. Kemunculan tokoh-tokoh nasional tersebut tidak terlepas dari hasil survey yang di lakukan oleh lembaga survey yang ada di Indonesia.Tapi kita lihat saja nanti siapa tokoh yang benar-benar terjaring oleh partai politik masing-masing baik secra demokratis maupun ada dengan konvensi semisal partai democrat.

Pemilihan presiden adalah salah satu harapan masyarakat karena terkait pergantian estafet kepemimpinan Negara/Nasional.Oleh karena itu sudah seharusnya setiap calon presiden nantinya mempunyai visi dan misi yang sesuai dengan harapan masyarakat,sebab rakyat dengan sadar memberikan hak suara-nya dengan harapan nasib mereka akan berubah di bandingan dengan sebelumnya.

Masing – masing Calon presiden 2014 wajib memiliki desine ekonomi yang amat jelas,tepat dan sesuai dengan kultur dan kelembagaan masyarakat Indonesia. Karena bukan hanya agenda pilpres saja tetapi yang perlu di perhatikan bahwa indnesia tengah di hadapkan oleh problem-problem ekonomi di tengah sanjungan dari manca Negara dengan GDP dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi melebihi pertumbuhan ekonomi Negara-negara maju.

Pasca reformasi sudah banyak permasalahn-permasalahan yang kita rasakan sebagai bangsa Indonesia yaitu salah satu-nya adalah carut marut-nya ekonomi ditengah sanjungan dari manca Negara.Sehingga sangat di butuhkan disine ekonomi yang jelas dan teapat.

Pertama,Kesejahteraan masyarakat kian merosot meskipun angka menunjukkah pertumbuhan pendapatan perkapita mereka terus meningkat tetapi jika di bandingan dengan pertumbuhan pendaptan masyarakat kelas menengah akan jauh dari harapan.Ditambah lagi dengan harga pangan (komoditi) yang terus meningkat menyebabkan tingkat konsumsi menurun karena daya beli masyarakat semakin rendah.Sehingga tingkat kesejahteraan masyarakat kian turun dan merosot.

Kedua ,APBN yang menjadi sumber terpenting pemerintah untuk mengurus kepintingan public/rakyar dari tahun ke tahun kian berpihak kepada belanja birokrasi,membayar hutang,Akibatnya belanja untuk rakyat semakin kecil dan rakyat tidak dapat menikamati barang public yang seharusnya disediakan oleh pemerintah.

Ketiga ,Ketimpangan terus terjadi sebagai akibat adanya disparitas pembangunan baik antar wilayah bagian barat Indonesia dengan wilayah timur Indonesia dan antara kota dengan desa. Sumber daya tidak bisa di distribusikan oleh pemerintah padahal salah satu fungsi pemerintah adalah fungsi distribusi.

Keempat,Pemerintah daerah pasca desentralisasi ekonomi masih belum mampu mengoptimalkan sumber daya untuk kemajuan daerahnya masing-masing padahal sudah di beri kewenangan untuk menggali berbagai sumber pembiyaan pembangunan.Akibatnya pemerintah daerah (daerah) masih bergantung ( belum mandiri ) kepada pemerintah pusat.

Kelima ,Kedaulatan pangan semakin terancam dimana mulai bibit,pestisida,komoditi di kuasai oleh Negara asing.pemerintah tak henti-hentinya mengimpor daging sapi,kedelai,garam,beras dan pangan lainnya sehingga pemerintah tidak mampu menjaga kestabilan harga karena pasar domestic di kuasai oleh komoditi-komoditi asing ( Negara asing ).akibatnya go njang ganjing neraca perdagangan.

Keenam ,Begitu juga kedaulatan Negara atas pertambangan kita tak berdaya. Betapa tidah hampir 80% MIGAS Indonesia dikuasai oleh Negara asing dan komoditi tambang lainnya seperti timah,tembaga,nikel,batu bara,perak,emas,aluminium dan bijih besih yang diambil dari tanah Indonesia diekspor dalam bentuk mentah sehingga di jadikan oleh Negara asing untuk kepentingan dan kemajuan prekonomian-nya.

Ketujuh,Privatisasi BUMN semakin banyak dimana pemerintah menjual BUMN kepada pihak swasta,artinya bahwa kewenangan dan kepemilikan pemerintah akan sumber daya BUMN kian berkurang ,akibatnya ruang pemerintak untuk menyedaiakan lapangan kerja bagi rakyat semakin berkurang dan layanan public lainhya semakin berkurang…

Pemerintah sudah terjebak dengan liberalisasi ekonomi yang dikumandangkan oleh Negara-negara kapitalis.pemerintah terlalu membuka diri dengan penenaman modal asing/investi asing.padahal pemerintah sendiri tidak mampu membuat perjanjian/kontrak yang menguntungkan Indonesia tetapi selalu menguntungkan Negara asing alias indnesia selalu kalah.

Hampir semua sector yang ada di Indonesia di liberalkan oleh pemerintah Indonesia.sektor agraria termasuk menjadi lahan empuk untuk investasi asing sehingga lahan di kuasai oleh asing,akibatnya lahan pertanian rakyat berkurang padahal menjadi sumber kehidupan kebanyakan rakyat Indonesia.
Sudah sering pemerintah Indonesia di bawah reazim SBY-BOEDIONO menaikkah harga BBM alias mencabut subsidi bagi rakyat Indonesia.kenaikan harga BBM merupakan akibat dari liberalisasi di sector MIGAS dimana 80% di kuasai oleh Negara asing.

Adanya liberalisasi mengakibatkan investasi dari luar negeri dan dalam negeri tentu sangat besar jumlahnya.Tetapi ironisnya adalah permasalahan infrstruktur tidak pernah tuntas terselesaikan.Padahal infrastruktur sangat besar pengaruhnya terhadap prekonomian ranyat.Krisis air bersih masih melanda rakyat Indonesia termasuk terjadi di Nusa Tenggara Barat,krisis listrik juga melanda rakyat Indonesia termasuk terjadi di Nusa Tenggara Barat dan permasalah-permasalah infrastruktur lainnya belum diselesaikan oleh pemerintah.

Rakyat menaruh harapan yang besar akan terjadinya perubahan kondisi ekonomi seiring pergantian kepemimpinan nasional pada tahun 2014.bukan hanya hajatan untuk pilpres akan tetapi lebih sempurna lagi jika Indonesia memiliki desine ekonomi yang jelas,tepat dan sesuai kondisi social kelembagaan masyarakat Indonesia.

Oleh : Razakisme Egaliter

lombokpost.co.id

About lombokpost.co.id

admin official blog untuk lombokpost.co.id